close

√ Berikut Ini Merupakan Bentuk Interaksi Sosial Yang Bersifat Disosiatif,kecuali

Berikut ini merupakan bentuk interaksi sosial yg bersifat disosiatif,kecuali

Jawaban: konsiliasi

Penjelasan:

#mudah-mudahan membantu

berikut ini merupakan bentuk interaksi sosial yg bersifat disosiatif kecuali​

(Sepertinya ini soal Pilihan Ganda?)

PEMBAHASAN

Pengertian dr interaksi sosial yg bersifst disosiatif yakni suatu interaksi yg dikerjakan oleh 2 orang atau lebih yg mampu menimbulkan pertentangan.

Contoh

  • Persaingan politik
  • Persaingan dagang
  • dsb

Berikut merupakan bentuk interaksi sosial disosiatif kecuali

Jawaban:

kontradiksi

Penjelasan:

maaf kalo salah

berikut bentuk-bentuk interaksi sosial yg bersifat disosiatif kecuali…
a.konflik
b.kontravensi
c.kompetisi
d.konsiliasi

Jawaban:

yg D

Penjelasan:

follow ya kak

jadikan jawaban tercedas

Berikut ini merupakan bentuk interaksi sosial yg bersifat disosiatif, kecuali ….

Jawaban:

Bentuk Interaksi sosial yg bersifat Disosiatif , yaitu Kompetisi / Persaingan, Kontravensi , & Konflik sosial.

Penjelasan:

Interaksi sosial adalah korelasi timbal balik yg terjadi antara individu dgn individu, individu dgn kelompok, atau golongan dgn golongan. Proses interaksi sosial ini bisa terjadi di mana saja, di keluarga, lingkungan sekitar, atau di sekolah & tempat kerja.

Bentuk – bentuk Interaksi sosial, yaitu :

1) Asosiatif

Proses asosiatif pula disebut proses sosial integratif atau konjungtif. Proses ini penting untuk integrasi & kemajuan masyarakat. Dalam proses sosial ini anggota-anggota penduduk berada dlm keadaan harmoni yg mengarah pada teladan-contoh kolaborasi. Proses sosial asosiatif dibedakan menjadi empat, meliputi:

A) Kerja sama

Kerja sama ialah perjuangan bareng antara orang individual atau kelompok untuk meraih tujuan bareng . Kerjasama lazimnya berawal dr kesamaan orientasi.

Bentuk kerja sama dibagi menjadi 4 yakni:

– Kerja sama impulsif, yg terjadi dengan-cara serta merta.

– Kerja sama langsung, sebagai hasil perintah atasan pada bawahan atau penguasa kepada rakyatnya.

– Kerja sama kontrak, dikerjakan atas dasar syarat-syarat atau ketetapan tertentu yg disepakati bareng .

– Kerja sama tradisional, yaitu kolaborasi sebagian atau unsur-unsur tertentu dr tata cara sosial.

B) Akomodasi

Akomodasi adalah proses adaptasi diri orang perorang atau kalangan-kelompok insan yg semula saling berlawanan. Tujuan fasilitas tercipta keseimbangan interaksi sosial terkait norma & nilai dlm masyarakat.

Beberapa bentuk akomodasi yakni:

Coersion: terjadi melalui pemaksaan kehendak pihak tertentu terhadap pihak lain utamanya terhadap pihak yg lebih lemah.

Kompromi: terjadi tatkala pihak-pihak yg terlibat perselisihan saling meminimalisir tuntutan semoga tercapai solusi, semua pihak bersedia mengerti keadaan pihak lain.

Arbitrasi: terjadi jika pihak-pihak yg berselisih tak sanggup mencapai kompromi dihadirkan pihak ketiga yg netral untuk mengusahakan solusi kontradiksi.

C) Asimilasi

Asimilasi yakni proses sosial yg ditandai perjuangan-usaha meminimalkan perbedaan-perbedaan yg terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-golongan manusia.

Faktor-aspek yg memudahkan terjadinya asimilasi antara lain:

– Sikap toleransi kepada kebudayaan lain.

– Kesempatan-kesempatan yg sebanding di bidang ekonomi.

– Sikap menghargai orang asing & kebudayaannya.

– Sikap terbuka dr golongan yg berkuasa dlm masyarakat.

Sedangkan aspek-faktor penghambat asimilasi adalah:

– Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dlm penduduk .

– Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yg dihadapi.

– Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau golongan tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau golongan yang lain.

D) Akulturasi

Koentjaraningrat mengartikan akulturasi sebagai proses sosial yg muncul jika golongan manusia kebudayaan tertentu berhadapan dgn unsur-unsur dr kebudayaan abnormal. Unsur-unsurnya kebudayaan aneh itu lambat laun diterima tanpa menimbulkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.

2) Disosiatif

Proses sosial disosiatif adalah keadaan sosial dlm kondisi disharmoni akhir adanya pertentangan antar-anggota masyarakat. Proses sosial disosiatif pula disebut proses sosial disintegratif atau disjungtif.

Proses sosial Disosiatif, mencakup :

A) Persaingan / Kompetisi

Persaingan ialah suatu proses sosial tatkala ada dua pihak atau lebih saling berlomba & berbuat sesuatu untuk meraih kemenangan tertentu.

Fungsi persaingan / Kompetisi, yakni :

1) Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yg sama-sama menuntut dipenuhi, padahal sulit dipenuhi semuanya dengan-cara serempak.

2) Menyalurkan kepentingan serta nilai-nilai dlm masyarakat, khususnya kepentingan & nilai yg menjadikan konflik.

3) Menyeleksi individu yg patut mendapatkan kedudukan serta peranan yg sesuai dgn kemampuannya.

B. Kontravensi

Kontravensi merupakan proses sosial yg ditandai ketidakpastian, keraguan, penolakan, & penyangkalan yg tak diungkapkan dengan-cara terbuka.

Bentuk – bentuk kontravensi, yakni :

– Kontravensi biasa , misal penolakan, mengancam pihak lain, perlawanan.

– Kontravensi sederhana, misal menyangkal pernyataan orang di depan umum.

– Kontravensi intensif, misal penghasutan atau penyebaran info.

– Kontravensi taktis, mengejutkan pihak lain, provokasi, & intimidasi.

C. Konflik sosial

konflik ialah proses sosial di mana orang perorangan atau golongan manusia berupaya memenuhi tujuan dgn jalan menantang pihak musuh yg disertai dgn ancaman atau kekerasan.

[tex]Semoga \: menolong.[/tex]

  Persamaan Dan Perbedaan Teori Belajar Kognitif Dan Teori Belajar Sosial