close

√ Perbedaan Kondisi Sosial Politik Yang Dulu Dan Sekarang ?​

Perbedaan Kondisi Sosial Politik yg dulu & kini ?​

Jawaban:

Seperti yg kita pahami, adanya persaingan dlm dunia perpolitikan yaitu suatu masalah yg masih dinikmati dr dahulu hingga kini. Persaingan tersebut dijalankan dlm bentuk persaingan sehat & kompetisi yg tak sehat. Persaingan sehat akan memberikan dampak konkret bagi siapapun, & sebaliknya kompetisi tak sehat akan memberikan efek negatif bagi pihak manapun. Persaingan tak sehat ini, umumnya dilaksanakan dlm bentuk : saling menjatuhkan, mencibir, menghujat, bahkan saling menyakiti. Hal ini masih sering terjadi sampai sekarang ini. Ada banyak sekali tindakan – tindakan kompetisi tak sehat yg dikerjakan antara partai politik yg satu dgn partai politik yg lainnya. Tindakan tersebut dikerjakan oleh anggota partai politik, pengurus partai politik, pendukung partai politik, serta masyarakat yg bahu-membahu tak tahu menahu tentang politik tetapi menentukan untuk menjajal melaksanakan langkah-langkah tersebut. Sangat disayangkan bila masalah ini akan terus melanda negara yg kita cintai ini. Banyaknya partai merupakan bentuk dr kemajemukan bangsa yg seharusnya dijadikan pemersatu, bukan pemecah terlebih penghancur.

Masalah lain yg dihadapi oleh bangsa Indonesia di masa sekarang ini adalah banyaknya partai politik yg menentukan selebritis tanah air untuk menjadi anggota partainya. Dengan maksud rakyat lebih banyak memilihnya karena kepopuleran. Padahal, kinerja dr para selebritis tersebut tak bisa dijamin jikalau hanya mengandalkan kepopuleran. Yang diperlukan dlm dunia perpolitikan Indonesia bukanlah sebuah kepopuleran, akan namun kinerja maksimal yg dapat membangun politik Indonesia menjadi sangat baik. Dan sebaiknya, partai politik memilih dgn bijaksana siapa anggota yg mahir pada bidangnya, bukan asal – asalan.

Sangat diakui, bahwa keadaan politik yg ada di Indonesia ketika ini mengalami tingkat ‘jelek’. Keterpurukan ini disebabkan perpolitikan Indonesia yg tak sehat. Banyak politisi di negara ini yg terlibat kasus korupsi. Mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi & lupa akan tugasnya sebagai pejuang rakyat. Bahkan saat ini, banyak pejabat & tokoh yg hanya bisa bercuap – cuap berdiskusi di televise mencaci maki kinerja tanpa mengetahui jalan keluarnya. Bukankah lebih baik bertindak dibandingkan hanya berdiskusi di televisi? & suatu diskusi tak akan memiliki kegunaan bila tak ada solusinya.

  Sebuah benda massa 100 gram diikat dengan tali yang panjangnya 1 meter,

Saat ini, Indonesia tengah mengalami persoalan yg cukup serius. Hilangnya nilai pancasila dlm kehidupan bermasyarakat & dunia perpolitikan sudah menyebabkan duduk perkara yg hingga kini belum terpecahkan. Nilai – nilai pancasila sudah tak lagi menjadi dasar negara yg diamalkan dlm kehidupan sehari – hari. Nilai pancasila sudah tak lagi dijunjung tinggi. Dan nilai pancasila sudah tak dihiraukan lagi oleh masyarakat Indonesia. Pancasila seharusnya dijadikan landasan dlm dunia perpolitikan. Pancasila seharusnya diterapkan dlm segala jenis acara yg dilaksanakan di dunia perpolitikan. Namun yg terjadi sekarang ini adalah sebaliknya.

Hal ini sungguh disayangkan, karena pancasila yaitu dasar negara yg menjadi simbol dr bangsa ini. Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Dan pancasila adalah pedoman bagi kehidupan bermasyarakat.

Seperti yg kita pahami, hingga kini ini masih banyak sekali problem dlm dunia perpolitikan yg dialami oleh negara yg kita cintai ini. Dengan adanya beragam dilema, sudah sebaiknya kita masyarakat Indonesia mulai melaksanakan pergeseran. Kita harus memikirkan solusi dr semua persoalan ini. Bukan hanya bisa menjadi pembuat, penyebab, bahkan penikmat dr setiap duduk perkara yg tengah kita hadapi.

Kita tak boleh menjadi bangsa yg lemah, menjadi bangsa yg cuma memikirkan nasib sendiri tanpa menimbang-nimbang orang lain. Kita tak boleh menjadi bangsa yg cuma bisa ikut – ikutan dlm menciptakan dilema, membuatkan suatu gosip yg menyebabkan kerugian bagi orang lain, hanya berkomentar tanpa memberi penyelesaian, bahkan malah menjadi penyebab dr persoalan yg muncul.

(Semoga Membantu)

Berdasarkan teks tersebut, coba tuliskan kondisi sosial budaya, ekonomi, & politik negara Myanmar.

Kondisi

Sosial budaya
Ekonomi
Politik​

Jawaban:

politik :

-metode yg digunakan di negara myanmar : metode republik parlementer.

-kepala pemerintahnya & kepala negara dipimpin oleh : presiden.

sosial budaya :

-secara umum dikuasai penduduknya adalah sulu burma yg kehidupannya masih sgt sederhana.

– salah satu nama tarian tradisional myanmar : pwint thaw pan myar lanyar myay

-pakaian adab myanmar : lognyi

ekonomi

dominan penduduk di myanmar bermata pencaharian selaku petani

mudah-mudahan dapat menolong 🙂

keadaan sosial & politik krajaan​

Jawaban:

1. Kehidupan Politik Kerajaan Sriwijaya Kehidupan politik kerajaan Sriwijaya dapat ditinjau dr raja-raja yg memerintah, wilayah kekuasaan, & relevansinya dgn pihak mancanegara. a. Raja yg memerintah (yang terkenal)


1) DapuntaHyang SriJayanasa Beliau ialah pendiri kerajaan Sriwijaya. Pada masa pemerintahannya, ia sukses memperluas wilayah kekuasaan sampai wilayah Jambi dgn menduduki kawasan Minangatamwan yg terletak di akrab jalur perhubungan pelayaran perdagangan di Selat Malaka. Sejak awal ia sudah mencita-citakan agar Sriwijaya menjadi kerajaan maritim.

2) Balaputera Dewa Awalnya, Balaputradewa ialah raja di Kerajaan Syailendra. Tatkala terjadi perang saudara antara Balaputra Dewa & Pramodhawardani (kakaknya) yg dibantu oleh Rakai Pikatan (Dinasti Sanjaya), Balaputra Dewa mengalami kekalahan. Akibatnya ia lari ke Kerajaan Sriwijaya, dimana Raja Dharma Setru (kakak dr ibu Raja Balaputra Dewa) tengah berkuasa. Karena ia tak mempunyai keturunan, ia mengangkat Balaputradewa sebagi raja.

3) Sri SanggaramaWijayatunggawarman Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya dikhianati & diserang oleh kerajaan Chola. Sang raja ditawan & gres dilepaskan pada masa pemerintahan Raja Kulottungga I di Chola. b. Wilayah kekuasaan Setelah berhasil menguasai Palembang, ibukota Kerajaan Sriwijaya dipindahakan dr Muara Takus ke Palembang. Dari Palembang, Kerajaan Sriwijaya dgn gampang mampu menguasai daerah-tempat di sekitarnya mirip Pulau Bangka yg terletak di konferensi jalan perdagangan internasional, Jambi Hulu yg terletak di tepi Sungai Batanghari & mungkin pula Jawa Barat (Tarumanegara).

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya Pada mulanya kehidupan ekonomi penduduk Sriwijaya bertumpu pada bidang pertanian. Namun dikarenakan letaknya yg strategis, yaitu di persimpangan jalur perdagangan internasional, menciptakan hasil bumi menjadi modal utama untuk memulai aktivitas perdagangan & pelayaran. Karena letak yg strategis pula, para pedagang China yg akan ke India bongkarmuat di Sriwijaya, & begitu juga dgn penjualIndia yg akan ke China. Dengan demikian pelabuhan Sriwijaya kian ramai hingga Sriwijaya menjadi sentra perdagangan se-Asia Tenggara. Perairan di Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda, & Laut Jawa berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.

Kehidupan Sosial Kerajaan Sriwijaya Karena letaknya yg strategis, kemajuan perdagangan internasional di Sriwijaya sangat bagus. Dengan banyaknya penjualyg singgah di Sriwijaya memungkinkan masyarakatnya berkomunikasi dgn mereka, sehingga dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi penduduk Sriwijaya. Kemungkinan bahasa Melayu Kuno sudah dipakai selaku bahasa pengantar terutama dgn para pedagang dr Jawa Barat, Bangka, Jambi & Semenanjung Malaysia.Perdagangan internasional ini pula membuat kecenderungan penduduk menjadi terbuka akan banyak sekali imbas & budaya asing, salah satunya India.

Kehidupan Budaya kerajaan sriwijaya Tonggak kehidupan budaya masyakarat Sriwijaya yg sangat dibanggakan ialah pada saat Sriwijaya menjadi pusat pengajaran pedoman Buddha di Asia Tenggara. Para pendeta yg berasal dr wilayah sebelah timur Sriwijaya, mirip Cina & Tibet banyak yg menetap di Sriwijaya. Tujuan mereka yaitu belajar anutan Buddha sebelum mereka belajar di tanah asal lahirnya aliran itu (India). Pada tahun 1011– 1023, datang seorang pendeta Buddha dr Tibet untuk memperdalam pengetahuannya tentang agama Buddha di Sriwijaya. Pendeta itu bernama Atisa & menerima panduan langsung dr guru besar agama Buddha di Sriwijaya, yakni Dharmakitri.

Penjelasan:

Kerajaan Sriwijaya yaitu salah satu kerajaan besar yg bukan saja diketahui di wilayah Indonesia, namun dikenal di setiap bangsa atau negara yg berada jauh di luar Indo¬nesia. Hal ini disebabkan letak Kerajaan Sriwijaya yg sangat strategis & akrab dgn Selat Malaka. Telah kita pahami, Selat Malaka pada dikala itu adalah jalur jual beli yg sangat ramai & dapat menghubung-kan antara pedagang-penjualdr Cina dgn India atau Romawi. Dari tepian Sungai Must di Sumatra Selatan, efek Kerajaan Sriwijaya terus meluas yg mencakup Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Bangka, Laut Jawa potongan barat, Bangka, Jambi Hulu, & mungkin pula Jawa Barat (Tarumanegara), Semenanjung Malaya hingga ke Tanah Genting Kra. Luasnya wilayah maritim yg dikuasai Kerajaan Sriwijaya membuat Sriwijaya selaku kerajaan maritim yg besar pada zamannya.

Asia Asia barat daya Kondisi ekonomi, keadaan sosial, kondisi politik , keadaan pendidikan Asia tengh Kondisi ekonomi, keadaan sosial keadaan politik, kondisi pendidikan Asia tengah Kondisi ekonomi, kondisi sosial,keadaan politik,keadaan pendidikan Asia Selatan Kondisi ekonomi,kondisi sosial, kondisi politik, kondisi pendidikan Asia timur Kondisi ekonomi, kondisi sosial, keadaan politik, kondisi pendidikan.

Penjelasan:

baik,damai,,tentram

kondisi sosial,kondisi politik,keadaan budaya kerajaan kesultanan malaka

1. sosial : Raja atau sultan mengadakan relasi dgn kerajaan Nusantara’dan luar yg meningkatkan hubungan dr segala bidang dgn menikahkan putrinya dgn Raja kerajaan Burma & lainya.
2. politik : mempunyai tatanan kesultanan melayu mulai dr Perdana Mentri, Datuk bendahara,penasihat & lainya
3. budaya: meningkat alat musik Melayu dr India & Arab sekitar serta tarian sebagai fasilitas hiburan.dan budaya timur tengah masuk dgn lancar balasan Malaka menjadi jalur jual beli internasional ketika ITU.